tag:

20 Juli 2010

KAMUI GAIDEN: Real Ninja, Real Nippon


Title:
Kamui Gaiden

Director:
Yoichi Sai

Writers:
Sampei Shirato (comic)
Kankurô Kudô (screenplay)

Casts:
Ken'ichi Matsuyama, Koyuki, Kaoru Kobayashi, Kôichi Satô, Hideaki Ito, Sei Ashina, Ekin Cheng, Yuta Kanai, Naoyuki Morita, Shigeru Nakano, Suzuka Ohgo, Panta, Daisuke Ryû

Plot:
KAMUI is a Ninja on the run from the world of Ninja bound by rules in search of true freedom. However, he is burdened with the fate, where it is not allowed to take the secret of their powers outside of the tribe -- if you are born as Ninja, you must die as Ninja. This brings him to constantly fight for his life against other Ninjas who trie to kill him and hide the secrets within. He does not trust, and he does not love. Showing weakness leads to immediate death. An incident brings him to an old fisherman's village, where he finally starts to feel trust and affection towards other people. However, his pursuers where just minutes away from setting up a huge trap on Kamui...

Note:
Film yang diadaptasi dari manga berjudul sama ini mungkin bakal bikin bingung penonton film yang sudah ‘terbiasa’ dengan film-film ninja sebelumnya. Ninja di sini merupakan gambaran dari ninja yang sebener-benernya. Action-nya lebih keras namun gerakan halus khas ninja sangat-sangat menonjol. Tapi jangan berharap menemukan action yang banyak dan berdarah-darah sekalipun tetap terlihat sadis.

Film ini amat sangat Jepang. Tapi semua action disampaikan dengan pas dan tidak berlebihan. Mungkin buat yang kurang mengenal budaya Jepang (baca: budaya film Jepang asli) bakalan jatuh bosan dan terkantuk-kantuk. Masih ‘untung’ film ini bercerita tentang ninja yang masih bisa mengetengahkan adegan tarung yang cukup seru. Semuanya digambarkan dengan tajam dan dalam. Buat yang pernah nonton film samurai yang asli Jepang pasti tahu bagaimana ‘membosankan’nya adegan duel antar dua ahli pedang.

Yang bikin menarik buat gue adalah film ini menyampaikan sesuatu yang cukup orisinil dari budaya Jepang. Gue dibikin betah mengikuti bagaimana film ini divisualkan cara-cara yang berbeda dari yang gue pernah lihat dalam film-film Jepang pop lainnya. Mungkin itu keuntungannya apabila gue selalu bisa menekan ekspektasi gue untuk menyaksikan sebuah film. Gue jadi lebih bisa menikmati sebuah film apa adanya, sekalipun mungkin gue belom cukup cerdas untuk dapat mengerti seperti apa yang dimaksudkan oleh filmmaker-nya.