tag:

23 Oktober 2011

Simfoni Luar Biasa: Tampil Baik Tanpa Harus Banyak Drama



Judul:
Simfoni Luar Biasa

Produser:
Nita Triyana, Delon Tio

Sutradara:
Awi Suryadi

Penulis:
Awi Suryadi, Maggie Tiojakin, Delon Tio

Pemeran:
Christian Bautista, Gista Putri, Ira Wibowo, Valerie Thomas, Ira Maya Sopha, Verdi Solaiman, Sophie Navita, Maribeth Pascua, Willem Beaver, Stanley Saklil



Catatan:
Ngga ada simfoni sama sekali, bahkan ngga ada musik orkestra pula, tapi film ini jelas dibesut untuk menghangatkan hati. Ngga perlu sampai jatuh bersedih melarat-larat, penonton dibawa ke dalam kisah klasik tentang si anak hilang yang bakal jadi hero tanpa nama bagi yang terpinggirkan.
Bagi penonton ‘umum’ di Indonesia mungkin merasakan pemaksaan plot tentang si anak yang nyaris sebatang kara di Manila-Filipina sana, tapi saya sendiri menyaksikan kisah sejenis yang lebih jauh jaraknya, antara Belanda dengan Indonesia. Saya percaya nasib orang bisa terjadi di luar batas nalar.
Cerita yang sederhana, yang mungkin akan sangat cocok bila dirilis pas liburan sekolah, terasa sekali ditujukan bagi penonton segala usia (dan sebagian perempuan-perempuan supaya betah memuja ketampanan Christian Bautista). Ngga ada yang rumit, alur cerita yang mudah ditebak, selipan guyon, konflik-konflik yang hanya berujung dengan penyelesaian kekeluargaan dan juga sedikit romansa malu-malu.
Nyaris semua aktor yang mendukung berakting enak diliat, ngga ada yang berlebihan. Ira Maya Sopha cukup pas tampil sebagai kepala sekolah yang keibuan, bikin teringat gayanya yang asyik sebagai juri di acara kontes penyanyi cilik di TV itu. Saya sudah lama ‘kenal’ dengan keayuan Gista Putri seperti terbius kembali dengan perannya yang polos dan malu-malu. Peran Valerie Thomas sebagai Carissa, adik tiri Jayden, cukup mencuri perhatian dengan karakter yang tomboy tapi manja kepada kakak ‘baru’nya. Verdi Solaiman selalu tampil ‘nyebelin’ seperti biasanya, nyebelin dalam artian ‘ada aja deh muncul di banyak film’, bisa juga nyebelin dalam film karena karakternya sebagai Pak Dimas yang pendengki.
Khusus pada penampilan Ira Wibowo sebagai ibu yang berusaha berdamai dengan masa lalunya, saya jadi teringat komentar Om Indro Warkop yang memberi penilaian baik atas akting Ira Wibowo, saat dulu mereka main film bersama, sebagai persona yang pandai, mudah diarahkan dan cerdas tek tok dalam adegan-adegan lelucon. Ngga heran kalo dalam ‘Simfoni Luar Biasa’, akting Ira Wibowo mampu membuat saya bersimpati kepada karakternya.
Meski akting Christian Bautista yang terasa datar dan dialog-dialog yang biasa saja, adegan-adegan dalam film ini ‘terjahit’ dengan baik hingga menjadi nyaman untuk ditonton sampai selesai. Nyaris tidak ada adegan yang dipanjang-panjangkan. Tuturan cerita mengangkat anak-anak berkebutuhan khusus di sini pun tidak terjebak menjadi dramatisasi yang berlebihan. Dan ‘gimmick’ pemilihan lagu dalam adegan puncak mampu memancing emosi haru.
Film ini ditutup dengan baik. Saya berpendapat bahwa penyampaian sesuatu dengan baik dan tepat bisa juga menjadi luar biasa, tanpa harus dengan penuh dramatisasi.


Tidak ada komentar: