tag:

08 March 2009

Saya dan Guns N’ Roses

Kalo nyebut nama band ini, rasanya gue langsung jadi muda lagi. Perasaan gue langsung terbang ke tahun yang hampir 20 tahun berlalu itu dan langsung bercampur aduk semua rasa yang pernah ada pada tahun-tahun itu.

Pertama kali kenal grup band ini di tengah-tengah hingar bingar musik heavy metal/hair metal di akhir 80-an. Sekalipun awalnya agak tersamar di antara grup rock lainnya, tapi sedikit banyak grup ini punya warna lain yang bisa exist di antara musik grup rock lainnya yang nyaris seragam sound-nya.

Welcome to The Jungle menyeruak jadi jagoan di acara musik rock di salah satu radio swasta di kota tempat gue tinggal. Kalo denger lagu itu kayaknya seluruh badan gue merinding dan langsung moshing tanpa komando apa pun!!

Single yang ngga butuh waktu lama untuk jadi top airplay bikin gue penasaran untuk terus ngikutin perkembangan grup baru ini. Dan akhirnya karena kebaikan hati salah seorang teman, berhasil gue pinjam Album Appetite for Destruction (AfD) by Guns N’ Roses versi Audio Cassette. Maka mulailah gue keracunan Guns N’ Roses!!

Seinget gue sih sejak pertama kali nyimak album AfD dulu itu ngga gue temuin lagu yang jelek! Semua lagu dalam album itu asyik banget. Rasanya musik mereka sudah familiar. Memang musik mereka kadang terdengar lebih tua dari trend yang sedang bergulir pada waktu itu. Mungkin itu yang bikin gue cocok karena gue memang lebih akrab dengan musik rock dari era 60-70an.

Selain musiknya yang cocok, GNR selalu jadi obyek seru untuk diamati seorang ABG seperti gue pada jaman itu. Attitude mereka yang selalu brutal selalu terkesan gagah. Dan mereka seperti mengangkat kembali hal yang hampir ditabukan oleh musisi pada masa tersebut, yaitu “Sex, Drugs and Rock n Roll!”

Selain attitude yang cenderung ancur-ancuran tapi stylish itu, mereka juga punya kekuatan kontroversi yang langsung terkandung dalam karya-karya mereka. Contoh yang bisa langsung terlihat adalah desain cover dan sleeve album mereka. Kalo kita ngebolak-balik sleeve album pertama mereka, ditengah-tengah kita disuguhkan artwork yang sinting; gambar robot rapist, yang baru saja meyelesaikan ‘aksinya’, terperangah diserang monster avenger!! Belakang gue baru tau kalo artwork itu sebenernya adalah cover asli untuk album AfD yang kena cekal.

Cover Appetite for Destruction


 











The Notorious Artwork












Baru sebentar terkagum-kagum dengan album pertama mereka, segera muncul mini album GNR Lies. Kali ini musik yang diusung lebih mid tempo tapi raw. Usut punya usut ternyata sebagian lagu dalam album ini pernah direkam pada penampilan live pada awal karir manggung mereka dan ditambahkan beberapa lagu yang direkam di studio kemudian. Patience menjadi lagu yang paling fenomenal dari album ini. Kayaknya pada masa itu ngga boleh ngeliat gitar kopong nganggur pasti langsung meyiulkan intro lagu ini yang disambung dengan petikan gitar yang halus tapi terasa gagah.

Tapi bagi para ABG pada masa itu yang lebih fenomenal adalah sleeve album GNR Lies, karena memuat gambar model cewek telanjang! Seorang teman yang memang punya uang jajan lebih, sampai rela membeli edisi CD import-nya demi bisa memiliki dan melihat gambar tersebut dalam versi uncensored-nya.

Cover G N'R Lies













The Most Wanted Inner Sleeve Cover












Masa ABG belom lewat dan gaung Guns N’ Roses masih kencang-kencangnya. Tapi gue sempet benci banget dengan grup ini cuma lantaran hal yang sepele; band saingan gue pas esema hobi banget mainin Sweet Child O’ Mine! Bener deh, itu band ngga ada bosennya mainin lagu itu untuk beberapa kali kesempatan manggung. (kayaknya ada yang mulai senyum-senyum pas baca bagian tulisan gue yang ini ;p) Tapi karena hampir tiap manggung lagunya itu melulu, gue jadi mikir; mereka itu nge-fans ato emang bisanya lagu itu aja??

Band gue pada waktu itu ngga mau deh mainin musik metal. Selain kadung keki, juga supaya tampil beda dan menjaring banyak penonton. Lumayan lah ngga dimusuhin guru-guru :D Sekalipun ngga mainin musik metal, tapi begitu GNR ngerilis dobel album Use Your Illusions, gue kembali jatuh cinta!! Musik GNR semakin sophisticated dengan banyak sentuhan hard rock era 70-an. Dan sepertinya album ini juga yang membawa perdamaian dengan band saingan gue. Bahkan dengan suka rela minjemin gitaris band gue untuk membantu band itu manggung untuk satu lagu Guns N’ Roses.

Yang lebih seru, bokap-nyokap gue ternyata suka banget dengan lagu November Rain yang ada di album itu. Mereka seperti menemukan kembali selera musik mereka yang asli setelah ‘kosong’ hampir 20 tahun. Menurut mereka fenomena November Rain bisa disamakan dengan fenomena Stairway to Heaven, Child in Time dan Bohemian Rhapsody pada jamannya masing-masing. Dan memang ngga salah kalo November Rain begitu menjadi fenomena hard rock pada masa itu, karena Axl Rose memang mengidolakan Queen salah satunya.

Cover Use Your Illusions


























Musim mulai berganti, era hard rock metal mulai bergeser ke grunge dan alternative rock. Grup-grup hard rock/heavy metal mulai berguguran. Hanya beberapa gelintir yang masih kuat melawan hembusan angin perubahan trend musik. Tapi gaung GNR masih belum lenyap. Mereka masih saja merilis beberapa single yang tetep asyik dan bisa diterima pasar musik dunia.

Gebrakan berikutnya Guns N’ Roses merilis album Spaghetti Incident yang isinya cuma cover version dari lagu-lagu punk dan glam rock yang katanya mereka sukai. Tapi buat gue album ini hanya proyek iseng-iseng aja. Dan malah cenderung ikut-ikutan trend musik rock sedang banyak melenceng dari pakem. Dan akhirnya gebrakan ini gagal, dan GNR vakum panjang.

Cover Spaghetti Incident












Kayaknya vakumnya GNR seiring dengan vakumnya era hard rock dari wajah musik dunia. Gue seperti kehilangan pegangan dalam musik. Selera musik gue mulai ngga up to date. Gue malah makin mendalami musik rock dari era 60 – 70-an yang nota bene menjadi influence untuk GNR sendiri. Gue makin mendalami Led Zeppelin, Deep Purple, Jimi Hendrix. Gue makin masuk ke Blues dan Soul. Dan sejak itu, musik gue cuma berkisar di sekitar situ aja.

Dalam masa-masa itu juga sempat juga gue menjajal Velvet Revolver, band bentukan sebagian mantan anggota GNR. Tapi mungkin karena trend belum berpihak kembali ke musik hard rock, Velvet Revolver tidak sampai bergaung nyaring di dunia musik.

Ngga lama Velvet Revolver muncul, secara mengejutkan GNR tampil live di panggung MTV Music Award dengan personil barunya (kecuali Axl Rose tentunya!). Musiknya yang ajaib, ngga gampang nyantol di telinga. Sejak hari itu gossip bakal beredarnya album terbaru GNR semakin kencang. Sekalipun tertunda sampai dengan hitungan tahun, akhirnya album Chinese Democracy rilis juga.

Cover Chinese Democracy












Gue berkesempatan menyimak album terbaru Guns N’ Roses dari edisi box set-nya!! (makasih untuk kebaikan hati sahabat saya). Album yang sempat gue ragukan ini, akhirnya bisa cukup memuaskan sebagian rindu gue akan musik Guns N’ Roses. Konten box set-nya pun bisa ‘membantu’ kita kembali ke masa jaya hard rock. Minimal kita bisa bergaya seperti pada masa jaya itu.

Terlepas banyak fans yang tidak puas dengan album baru mereka, tapi mestinya ada sesuatu dalam nama Guns N’ Roses sehingga Axl Rose masih ngotot mempertahankannya dan ngga sedikit musisi yang cukup keren mau mengisi kekosongan lowongan dalam grup itu. Dan ada sekelumit kabar baik yang gue denger; sekalipun bukan anggota lagi, tapi Izzy Stradlin masih berkawan baik dengan Axl Rose bahkan pernah menjadi bintang tamu di panggung Neo Guns N’ Roses!

2 comments:

Yusahrizal said...

Terus terang aja setelah Izzy keluar, lagu2 GNR banyak yg kurang menarik. Memang Izzy sangat berpengaruh sama daya cipta lagu2 GNR, baik yg dibikin Izzy sendiri atau kolaborasi Izzy dgn anggota GNR lain. Liat aja pasca Izzy keluar, GNR cuma ngeluarin album cover version serta GNR lama vakum dalam membuat lagu2 baru yg bisa menggebrak.

Semua orang yg suka GNR mungkin sama2 suka Sweet Child O'Mine dalam AfD. Tapi dalam album GNR Lies, gw pribadi lebih suka You're Crazy (acoustic version) daripada Patience. Mungkin karena sound gitarnya lebih ramai dan gaya rhytme guitar-nya Izzy mantap banget buat ngisi lowongan yg ditinggal Slash ngulik melody nya.

ENDANG AXL said...

Izzy memang paling produktif nelorin lirik. Gw suka gayanya yg kalem & misterius. Tapi sepeninggal Izzy, Slash, duff, Adler, cinta gw sama GN'R ngga kurang sedikitpun!

Era Chinesse Democracy sekarang inipun, gw masih terpaku sama gaya & lengkengin Axl Rose. Meski tampangnya sekarang berantakan ngga jelas, Axl masih tetap memukau!

Hal yg paling gw nilai plus dari New GN'R adalah, attidute Axl jauh lebih bagus dari era AFD & Illusion. Coba simak Rock in Rio 3 sampe Rock am Ring, personil new GN'R punya chemistry sangat bagus. Gw demen nih, akhirnya Axl udah tobat, ngga lagi beringas seperti dulu.

GNN sekarang bukan lagi The Most Dangerous Band In the World tapi The Greathes Rock Band in The World!