tag:

05 Agustus 2009

THE PROPOSAL: It Charged Up My Romantic Feeling

Image and video hosting by TinyPic

Title:
The Proposal

Director:
Anne Fletcher

Writer:
Pete Chiarelli

Casts:
Sandra Bullock, Ryan Reynolds, Mary Steenburgen, Craig T. Nelson, Betty White, Denis O'Hare, Malin Akerman, Oscar Nuñez, Aasif Mandvi, Michael Nouri

Plot:
When high-powered book editor Margaret faces deportation to her native Canada, the quick-thinking exec declares that she's actually engaged to her unsuspecting put-upon assistant Andrew, who she's tormented for years. He agrees to participate in the charade, but with a few conditions of his own. The unlikely couple heads to Alaska to meet his quirky family and the always-in-control city girl finds herself in one comedic fish-out-of-water situation after another. With an impromptu wedding in the works and an immigration official on their tails, Margaret and Andrew reluctantly vow to stick to the plan despite the precarious consequences.

Note:
Sebenernya basic ceritanya sih ngga orisinil. Cerita semacam ini udah banyak yang bikin. Kalo hanya dari temanya sih ngga bakalan bikin gue tertarik. Yang pasti untuk cerita semacam ini gue lebih menunggu seperti apa film ini bakal divisualisasikan, selain casting yang berbanding terbalik dengan kewarganegaraan aktor-aktris utamanya (Ryan Reynolds seorang warga Canada berperan sebagai warga US, sedangkan Sandra Bullock berperan sebaliknya).

Ternyata si penulis cerita cukup cerdas untuk memuat sebanyak-banyaknya unsur komedi dalam film ini, dari unsur slapstick, tricky granny, sedikit ala American Pie sampai ke humor dewasa. Tidak hanya komedi tapi juga beberapa unsur yang dapat mengundang rasa gemas penonton, seperti menyertakan kelucuan anjing jenis Samoyet yang masih kecil yang kurang akrab dengan karakter Margareth.

Sekalipun maunya bertemakan romantic comedy, tapi buat gue kelucuan-kelucuan di film ini lebih mirip kelucuan dalam film Miss Congeniality. Entah sengaja ato tidak, yang pasti kedua film ini diperankan oleh aktris yang sama. Gue sendiri ngga terlalu ngerti juga seperti apa sih romantic comedy yang seharusnya. Karena selama ini gue masih terlalu suka dengan Sleepless in Seattle yang tidak terlalu comedic itu.

Jarang banget gue nonton romantic comedy di bioskop. Gue aja udah lupa judul film rom-com apa yang terakhir kali gue tonton di bioskop. Yah kadang-kadang chauvinisme gue suka keterlaluan karena menganggap film dengan tema seperti ini hanya untuk konsumsi kaum perempuan. Dan kali ini gue harus mengakui bahwa film sejenis ini mampu men-charge kembali sisi romantis gue :malu:

Tidak ada komentar: